Skip to main content

Lebih Baik Tidak Berhijab tetapi Sopan daripada Berhijab tetapi Masih Suka Membicarakan Aib atau Kejelekan Orang Lain

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Muhammad Nico Chandra 
Kelas : X MIA 1
No. Absen : 22
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Guru Pembimbing : Rizka Susilawati, M.Pd
Asal Sekolah : SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Hari, tanggal : Kamis, 7 November 2019

Kelompok 2
1. Addriana Chaella Setiawan
2. Adela Salsabila
3. Afrin Fadilah
4. Alya Nisrina Hapsa
5. Muhammad Darien Syahizidane
6. Muhammad Nico Chandra
7. Ria Vinola

Kali ini kita akan membahas tentang sebuah pernyataan yang isinya “Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain.”



 "Pakai hijab kok akhlaknya gak bener?" atau "Pakai hijab kok masih kaya gitu?", nah pasti teman-teman sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan tersebut. Dalam kehidupan ini, masyarakat berpandangan bahwa perempuan yang berhijab itu adalah perempuan yang berakhlak baik, rajin shalat, pintar mengaji, rajin sedekah, dan lainnya. Sedangkan perempuan yang tidak berhijab dianggap sebelah mata, meski mereka berakhlak baik, tetapi selalu saja dipandang buruk oleh masyarakat.

Nah akibatnya, jika perempuan yang berhijab melakukan suatu kesalahan atau akhlak yang buruk, maka masyarakat langsung beranggapan yang tidak baik, "Pakai hijab kok kaya gitu?". Karena pandangan itulah, sekarang ini perempuan lebih memilih "menjilbabkan hati" terlebih dahulu. Mereka berpikir lebih baik memperbaiki akhlaknya terlebih dahulu sebelum memakai jilbab.

Gini teman-teman, hijab dengan akhlak itu tidak ada hubungannya. Karena, berhijab adalah perintah dari Allah Swt kepada semua wanita tanpa memandang akhlaknya itu baik atau buruk. Sedangkan akhlak adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing.

Menurut pendapat dari kelompok saya, kedua-duanya salah dan tidak patut dicontoh. Kenapa salah? Karena keduanya jika dilakukan sama-sama akan menyebabkan dosa.

Misalnya pernyataan “Tidak berhijab tetapi sopan.”  Hal ini salah karena jika tidak berhijab maka akan mendapatkan dosa, karena hijab bertujuan untuk menutupi aurat.


Jika tidak berhijab berarti sama saja seperti tidak menutup aurat. Percuma sopan jika belum menutup aurat.
Ada hadis yang berbunyi:
"Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang (tembus pandang, ketat, atau tidak menutup aurat) yang condong pada keburukan dan berjelan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita-wanita tersebut tidak akan masuk surga, bahkan tidak bisa mencium bau surga, padahal bau harum surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Imam Muslim, No.7194).

Ada juga Dalil Perintah Berhijab yang berbunyi :

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ ِلأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ

Artinya : "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." (QS al-Ahzab [33]: 59)

Dan ada pula pada Surat an- Nur/24:31 :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (Q,S an-Nur/24 : 31)


Misalnya kita ambil pernyataan yang satunya, yaitu “Berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain.”
Hal ini juga salah karena membicarakan aib atau kejelekan orang lain juga termasuk dosa. Membicarakan aib orang lain atau gibah merupakan perbuatan tercela dan salah satu dosa besar, bahkan Allah SWT. sangat mencela perilaku gibah dan menggambarkan berbuatan gibah sebagai perbuatan yang sangat menjijikan. Meskipun begitu masih banyak orang yang melakukan hal itu.


Percuma juga berhijab jika masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain.

Allah menjelaskan hal tersebut dalam Al-quran surat Al-Hujurat ayat 12 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Nah, teman-teman sudah baca dalil nya kan? Berhijab adalah sebuah kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah Swt. Meski akhlak perempuan itu tidak baik, tetapi ia wajib berhijab. Hijab bukan wajib hanya untuk perempuan yang baik agamanya saja, bukan juga untuk perempuan yang rajin mengaji saja. Tetapi, hijab itu kewajiban bagi semua perempuan yang akhlaknya baik maupun buruk. Jika tidak berhijab, maka ia akan mendapat dosa. Dan jika berhijab, insyaAllah akan mendapat rahmat dan ridho dari Allah Swt.

Oleh karena itu, jika masih ada yang belum berhijab, hendaknya segeralah berhijab. Jangan beralasan ingin "menjilbabkan hati" terlebih dahulu. Dan jika memang sudah berhijab, pertahankan itu jangan sampai melepas hijabnya.

Dan untuk yang memakai jilbab tetapi masih suka mengumbar aib orang, mulai sekarang kalian harus berhenti karena itu adalah perbuatan yang tercela dan akan mengakibatkan dosa.

Sekian dari kelompok saya, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga blog ini bermanfaat bagi teman-teman.
Terima kasih :)


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Comments